Hidup di Kapal Bagian 2
Bekerja di kapal pesiar berarti kita mesti siap berinteraksi dengan kru yang lain yang berasal dari berbagai macam kewarganegaraan, ras, agama, dan lain-lain. Di sinilah pentingnya kita menguasai bahasa asing. Kalau berinteraksi dengan sesama kru yang lain kebanyakan menggunakan bahasa Inggris. Tapi perusahaan yang saya tempati bekerja adalah perusahaan yang berbasis di Spanyol dimana lebih dari setengah kru di kapal adalah orang yang berasal dari negara latin seperti Kolombia, Honduras, Guatemala, Kosta Rika, Nikaragua, Panama, Peru, Cili, Argentina dan Brazil. Jadi berinteraksi dengan orang-orang tersebut biasa menggunakan bahasa Spanyol karena kebanyakan dari mereka tidak menguasai bahasa Inggris. Bayangin aja dengan orang-orang kita dari Indonesia yang cuma menguasai bahasa Inggris. Terkadang berinteraksi dengan orang latin dilakukan dengan bahasa tubuh aja...hehehe....
Kebanyakan dari orang Indonesia di perusahaan tempat saya bekerja tidak secara khusus mempelajari bahasa Spanyol. Mereka menguasai bahasa tersebut secara otodidak. Belajar langsung dari orang-orang latin yang bisa berbahasa Inggris. Jadi belajar dan praktek langsung di lapangan...keren ga tuh??
Demikian halnya dengan saya. Ketika pertama kali menginjakkan di kapal saya kaget dengan bahasa yang digunakan. Tapi lama kelamaan karena sering mendengar orang latin berbincang-bincang akhirnya bisa mengerti sedikit demi sedikit bahasa tersebut. Akhirnya saya malah lancar berbicara menggunakan bahasa Spanyol padahal cuma belajar otodidak. Sampai-sampai rekan kerja sesama orang Indonesia kaget melihat saya bisa berbahasa Spanyol dengan lancar. Saya sendiri pun heran kenapa saya bisa menguasai bahasa itu dengan cepat.
![]() |
| Rekan kerja di Bar Department |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar